ISPM15 adalah regulasi yang di tetapkan oleh WHO melalui FAO dalam IPPC conference.

 

Tujuan dari regulasi ISPM15 ( international standard phytosanitary measures no.15 ) :

Menjaga agar OPT ( organisme pengganggu tumbuhan ) tidak menyebar ke negara lain.

 

Karena sebelumnya, kemasan kayu untuk perdagangan internasional membawa OPT ke negara tujuan export.

 

Dengan adanya regulasi ISPM15, yang mengatur :

seluruh Kayu solid (tebal melebihi 6 mm), yang di gunakan sebagai kemasan dalam perdagangan internasional ( export import ), harus melalui perlakuan ISPM no.15. sehingga penyebaran OPT ke negara lain bisa di cegah, sehingga keamanan pangan, tanaman dan perkebunan tiap negara bisa dijaga dengan baik.

 

Apakah perlakuan ISPM no.15 tersebut :

saat ini yang umum digunakan :

1. ISPM15, Perlakuan Fumigasi Methyl Bromide

memberikan methyl bromide dengan tata cara dan dosis tertentu, sehingga OPT, kutu, telur kutu, dan serangga lainnya yang di dalam kayu bisa dimusnahkan.

 

Kelebihan dari Fumigasi Methyl Bromide:

A. Tidak memerlukan investasi besar, karena cukup menggunakan obat dan peralatan yang bisa di pindah2kan.

B. Tidak terbatas tempat, bisa di kerjakan dimana saja dan kapan saja.

 

Kekurangan dari Fumigasi Methyl Bromide :

A. Penggunaan bahan beracun ( Methyl Bromide), sangat beracun. sudah di larang oleh beberapa negara tujuan export.

B. Sering bermasalah dan tidak efektif.

Karena :

1. Kadar air dalam kayu harus maksimal 30%, apabila melebihi maka obat tidak bisa bekerja dengan baik, sehingga kutu tidak mati.

Untuk mencapai kadar air 30%, sangat sulit, harus dengan Kiln Dry atau di jemur dalam waktu yang lama.

Seringkali hal ini di abaikan, sehingga banyak claim terjadi karena hal ini.

Timbul jamur, kutu, timber worm, mengakibatkan totor atau kayu berbubuk.

 

2. Sulitnya menerapkan standard yang di tetapkan, dosis yang di berikan harus pas, dan dosis saat penyelesaian perlakuan harus sesuai, seringkali kurangnya disiplin dan kurang ketatnya perlakuan membuat proses Fumigasi gagal, tapi sering diabaikan. sangat memungkinkan Humam Error dan sangat memungkinkan pengabaian terjadi.

 

2. ISPM15, Perlakuan dengan Heat Treatment.

Menggunakan fasilitas Kiln Dry yang sudah di Kalibrasi dan di daftarkan di badan Kementerian Pertanian, sebagai otoritas ISPM15 di Indonesia.

Perlakuan ISPM15 ini memastikan 2 hal :

1. Suhu inti kayu 56 derajat celcius selama 30 menit tanpa putus, sehingga kutu, telur kutu dan serangga lainnya dijamin mati.

2. Kadar air dalam kayu di turunkan dari sekitar 50% ( kayu basah), menjadi di bawah 20%. sehingga jamur akan mati dan tidak mungkin tumbuh lagi.

 

Karena jamur adalah makanan kutu juga, sehingga apabila jamur ada, maka kutu akan mencari dan mengerumuni jamur.

 

Kelebihan perlakuan ISPM15 dengan Heat treatment :

A. Hasilnya memuaskan apabila Fasilitas dan SOP sesuai standard, efektifitasnya tinggi sekali, kami sudah berjalan selama 5 tahun, tidak pernah ada kejadian kutu atau jamur di negara tujuan export.

 

B. Dengan proses yang benar, dipastikan kadar air dibawah 20%, sehingga makanan kutu, getah dan air di buang bersamaan dengan proses pengeringan, sehingga dipastikan tidak ada jamur, sehingga lebih aman untuk segala cuaca.

 

Kekurangab perlakuan ispm15 HT :

A. Investasi fasilitas sangat mahal, sehingga kurang tersebar di seluruh pelosok indonesia.

B. Apabila menggunakan fasilitas HT yang tidak modern dan tidak bagus, maka seolah2 palet sudah melalui proses HT, tetapi kadar air masih tinggi dan suhu inti kayu aktualnya tidak tercapai, maka kutu dan jamur mudah muncul di palrt saat export.

 

PT Indopallet Mulia Pratama, fokus produksi palet ISPM15 dengan proses HT, semua palet yang kami produksi 100% melalui ISPM15 fasilitas HT.

 

Sehingga di gudang kami, semua palet aman, melalui perlakuan ispm 15.

 

Kelebihan dari PT Indopallet Mulia Pratama

1. Kami adalah salah satu perusahaan ispm15 yang paling ketat dalam penerimaan bahan baku kayu, karena ada banyak jenis kayu yang apabila di perlakukan ispm15 fumigasi maupun HT, tetap kutu dan jamur tidak akan bisa hilang.

Contohnya : kayu angsana, karet, picung, mangga, jabon, tangkil, gempol, dll.

 

Jenis2 kayu diatas sangat di larang digunakan untuk kemasan kayu, karena terlalu banyak mengandung makanan kutu dan ada bbrp jenis yang meskipun di keringkan hingga kadar air 20%, masih mudah berjamur.

 

2. Kami memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan dengan sistem yang modern.

 

Untuk menjamin proses kami efektifitasnya melampaui standard yang di tetapkan oleh ispm15.

 

3. Kami salah satu perusahaan yang paling ketat dalam proses.

 

Kami menerapkan 2x perlakuan HT untuk setiap palet yang kami produksi.

 

Perlakuan HT pertama adalah bahan baku, perlakuan HT kedua untuk palet sebelum dikirim ke gudang pelanggan kami.

 

Semoga kami bisa membantu proses export di tempat bapak atau ibu, dengan menyediakan palet ispm15 yang terbaik dan teraman.

 

Terima kasih.